Iwan Setiawan

Web & graphic designer, illustrator

Love digital design, follow me @intraktives

Beberapa tahun belakangan ini topik user experience menjadi hot topic di jagat teknologi informasi disamping topik responsive web design (RWD). Permintaan tenaga UX designer melonjak, mereka yang menamakan dirinya sebagai UX designer pun pertumbuhannya signifikan. Ada 99.455 UX designer terdaftar di situs Linkedin saat tulisan ini dibuat.

Telah terjadi pergeseran pandangan di jagat teknologi informasi belakangan ini, dimana selama ini website dibuat cenderung atas selera dan maunya desainer dan pemilik, namun sekarang mereka mulai mengakomodasi apa yang disuka dan dibutuhkan pengguna berkenaan dengan produk yang mereka punya.

 

Illustration by Intraktive

 

Apakah User Experience?

User experience adalah sikap, tingkah laku dan emosi pengguna saat menggunakan suatu produk, sistem atau jasa (rujukan Wikipedia). Pengalaman ini melibatkan persepsi individu berkaitan dengan manfaat yg dirasa, kemudahan yang didapat. User experience sangat dinamis, seiring perjalanan waktu persepsi yang dirasakan pengguna bisa berubah sejalan berubahnya lingkungan, kebiasaan dan nilai-nilai.

Dalam konteks ini user experience yang kita bicarakan adalah bentuk interaksi antara manusia dan komputer (human-computer interaction (HCI)) yang meliputi website, applikasi smartphone dan aplikasi desktop. User experience disini berkaitan dengan apa yang dirasa oleh pengguna yang berhubungan dengan kemudahanan, kenyamanan, efisiensi, kemanfaatan saat mereka menggunakan web, aplikasi smartphone dan aplikasi desktop.

 

Human Computer Interaction

Sebagai contoh dalam penerapan user experience ini bisa kita lihat pada :

  • Proses checkout pada web e-commerce saat pengguna selesai melakukan pembelian suatu item barang.
    Apakah proses checkoutnya mudah atau malah merepotkan.
  • Proses pendaftaran (sign up) di suatu website berupa form isian.
    Mungkin pembaca sering mengalami kebingungan ketika proses sign up dinyatakan gagal karena kesalahan mengisi data namun website tidak memberitahu data yang mana yang salah.
  • Navigasi yang membingungkan, di antaranya pengguna bingung sebenarnya dia sedang berada di mana
  • Pembaca masih ingat masa-masa boomingnya Macromedia Flash.
    Flash mendominasi website dengan halaman splashnya, pengguna dipaksa menunggu untuk melihat halaman splash berupa animasi pendek yang membutuhkan waktu untuk loading sebelum benar-benar masuk ke halaman utama.
  • Mereka yang biasa menggunakan social media Path di smartphone terbiasa dengan tombol + di halaman depan, bila di sentuh tombol tersebut akan keluar beberapa tombol lain. Keberadaan tombol ini begitu fungsional.

Itu hanya beberapa contoh berkaitan dengan user experience yang sering kita temukan pada website atau aplikasi smartphone

 

Penggagas User Experience

Istilah user experience digunakan pertama kali oleh Don Norman akademisi bidang cognitive science, design dan usability engineering dan mantan vice president Apple Inc. Sekaligus penggagas awal dari user-centered design yakni pendekatan desain yang berfokus pada kebutuhan dan keinginan pengguna.

 

Seberapa Pentingkah User Experience dalam Penerapannya

Pada masa-masa awal era internet pemain-pemain besar di jagad internet seperti Yahoo, Amazon, Paypal, Google lebih peduli kepada teknologi, desain tidaklah mendapat porsi perhatian yang besar. Teknologi itu juga yang memberikan kesuksesan besar kepada mereka. Namun sekarang di masa di mana kompetisi begitu sengit keberhasilan produk tidaklah cukup ditentukan oleh teknologi yang bermanfaat dan fungsional semata.

 

Illustration by Intraktive

 

Untuk merebut hati para pengguna produk mereka, para pemain di dunia internet ini tak lagi bisa mengenyampingkan kebutuhan dan keinginan pengguna yang oleh Don Norman dinamakan dengan user-centered design. Produk yang berteknologi sekaligus fungsional tapi juga mampu memberi pengalaman (experience) yang menyenangkan, mudah pemanfaatannya, sehingga memiliki user engagement  tinggi yang diukur oleh lamanya waktu yang dihabiskan oleh pengguna di produk tersebut.

Apakah pentingnya dengan penerapan user experience :

  • kemudahan bagi pengguna
    website, aplikasi smartphone,perangkat lunak desktop yang menerapkan user experience yang baik akan memberi kemudahan dalam penggunaannya
  • menaikkan kepercayaan pengguna/konsumen pada produk tersebut
    tingkat kepercayaan pengguna/konsumen sangat dipengaruhi oleh kemampuan produk yang mereka gunakan dalam membantu menyelesaikan masalah mereka
  • menaikkan conversion rate
    bisa dibayangkan seorang pembeli yang harus melewati prosedur pembelian yang begitu panjang dan rumit di suatu situs e-commerce, tentu bukan pengalaman yang menyenangkan untuk mereka bagi ke calon pembeli lainnya
  • dari segi bisnis user experience dipercaya mampu menaikkan penjualan (rujukan econsultancy)

 

Kerja Tim

User experience  bukanlah pekerjaan yang melibatkan satu atau dua individu untuk menyelesaikan suatu masalah dalam satu malam. User experience  tidak hanya semata berurusan dengan user interface namun aspek dari pengalaman si pengguna secara menyeluruh yang menyangkut konten, usability, informasi, termasuk aspek bisnisnya. Sehingga pekerjaan user experience melibatkan mereka dengan keterampilan dan spesialisasi berbeda yang melibatkan riset, perencanaan, pengembangan, pengujian. User experience  adalah pekerjaan tim, mereka berkolaborasi untuk menciptakan sebuah produk

  • Visual designer
    Tampilan secara visual mempunyai peranan penting untuk suatu desain web, aplikasi web/smartphone, aplikasi desktop. Kesan pertama dan tampilan visual yang memanjakan mata tentu memiliki daya tarik tersendiri bagi pengguna.
  • Front end developer
    Implementasi terhadap konsep, ide yang telah dituangkan oleh UX designer tentu butuh implementasi, adalah pekerjaan front end developer untuk implementasinya dengan kode HTML,CSS, Javascript.
  • Content strategist
    Website membutuhkan konten yang berbicara kepada publik siapa mereka, apa yang mereka lakukan, kalau mereka berbisnis apa bisnis mereka jalankan, pesan apa yang ingin mereka sampaikan kepada publik. Bagaimana itu dilakukan dan bagaimana strateginya adalah pekerjaan content strategist.
  • Usability expert
    Memastikan bahwa sistem berfungsi dengan baik, mudah menggunakannya, user-friendly. Memastikan user bisa mendapatkan apa yang diinginkan dengan cepat yang dibantu oleh navigasi, search box. Usability expert menerapkan pola yang bisa dipelajari pengguna saat menggunakan sistem, sehingga walau tanpa dibekali guideline si pengguna bisa menggunakan siistem dengan mudah.
  • Information architect
    Salah satu syarat terpenuhinya sistem yang mengaplikasikan user experience yang benar adalah organisasi konten termasuk diantaranya penataan navigasi dan link. Karena hal ini berkaitan dengan informasi yang dicari oleh pengunjung.
  • User experience designer
    User experience designer adalah orang yang menentukan visi dari produk yang akan dihasilkan secara keseluruhan dari sisi user experience. Tim akan bekerja berdasarkan roadmap yang telah dibuat oleh user experience designer. Masing-masing anggota tim kemudian akan bekerja sesuai porsinya masing-masing untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Kesimpulan

Dari semua yang dipaparkan diatas kita bisa meringkas kembali tentang user experience, yaitu suatu usaha untuk menghasilkan produk (website, aplikasi smartphone, aplikasi desktop) yang berpusat pada kebutuhan dan keinginan pengguna (user). Dengan tujuan bisa menghasilkan produk yang bermanfaat, mudah digunakan, efisien sekaligus menyenangkan.

 

Sumber

What is User Experience Design Overview Tools and Resources

Where has User Experience Come from

Useful Saleable Buildable The Role of UX in Defining Requirements

UX Design Startups Age User Experience Design

Build Killer User Experience Team

UX Designer Actually

Content Strategist